MATERI SEJARAH
1.
Zaman
Praaksara
Zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia s ebelum m
engenal tulisan. Praaksara berasal dari dua kata, yaitu pra yang artinya
sebelum dan aksara yang berarti tulisan. Praaksara disebut juga nirleka, nir
berarti tanpa dan leka berarti tulisan.
Batas
antara zaman Praaksara dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal
ini menimbulkan suatu pengertian bahwa Praaksara adalah zaman sebelum
ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan.
Berakhirnya zaman Praaksara atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa
di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.
Salah
satu contoh yaitu bangsa Mesir + tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal
tulisan, sehingga + tahun 4000 bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah Gambar
berikut: Hubungan zaman praaksara dan zaman sejarah Sumber informasi zaman
praaksaraSumber informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kehidupan zaman
praaksara:
1.
Fosil adalah sisa-sisa makhluk
hidup yang telah membatu karena adanya proses kimiawi. Fosil merupakan peninggalan
masa lampau yang sudah tertanam ratusan peninggalan masa lampau yang sudah
tertanam ratusan bahkan ribuan tahun di dalam tanah.
Contoh fosil antara lain fosil manusia, fosil
binatang, fosil pepohonan (tumbuhan).
2.
Artefak yaitu peninggalan masa
lampau berupa alat kehidupan/hasil budaya yang
terbuat dari batu, tulang, kayu dan logamGambar
artefak dari batu Pembabakan zaman praaksara
Pembabakan
Zaman Praaksara berdasarkan Geologi
Geologi
adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan geologi,
terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman
tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan Praaksara yang terdiri dari:
a. ARKAEKUM/zaman
tertua
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada
saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dari penjelasan ini tentu Anda ingin bertanya kapan
muncul kehidupan? Untuk itu simak uraian berikutnya.
b. PALEOZOIKUM/zaman
primer atau zaman hidup tua
Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup
yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan
binatang yang tidak bertulang punggung. Untuk lebih mengenal bintang-binatang
tersebut amatilah gambar berikut ini.
c. MESOZOIKUM/zaman
sekunder atau zaman hidup pertengahan
Zaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada
zaman pertengahan ijenis reptil mencapai tingkat yang terbesar sehingga pada
zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Amati gambar berikut:Setelah
berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang lain yaitu jenis
burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan
jenis reptilnya mengalami kepunahan. Selanjutnya berlangsunglah zaman hidup
barud.
d. NEOZOIKUM/zaman
hidup baru
Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:
1) Tersier/zaman ketiga
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primat, contohnya kera.
Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:
1) Tersier/zaman ketiga
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primat, contohnya kera.
2) Kuartier/zaman keempat Zaman ini ditandai
dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Dan zaman
ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut dengan zaman Pleistocen
dan Holocen
2.
Kepercayaan
Animisme dan Kepercayaan Dinamisme
Pengertian Animisme
Animisme berasal dari bahasa latin yaitu anima yang berarti Roh, kepercayaan animisme adalah suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu yang ada dibumi baik itu hidup ataupun mati mempunyai roh. Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di Bumi ini (seperti kawasan tertentu, gunung, laut, sungai, gua, pohon dan batu besar) memiliki jiwa yang harus dihormati agar tidak mengganggu manusia, Tetapi malah membantu kehidupan mereka.Menghormati dengan cara melakukan pemujaan dan memberikan sesaji biasa di lakukan oleh penganut animisme. Bagian dari kepercayaan ini adalah adanya roh-roh orang yang telah meninggal, kepercayaan ini mempercayai jika roh orang yang telah meninggal dapat masuk ke tubuh hewan.
Pengertian Dinamisme
Dinamisme berasal dari bahasa yunani dunamos yang mempunyai arti kekuatan atau daya, Kepercayaan dinamisme adalah kepercayaan yang menyakini bahwa semua benda-benda yang ada di dunia ini baik hidup atau mati mempunyai daya dan kekuatan ghaib. Benda-benda tersebut dipercaya dapat memberi pengaruh baik dan pengaruh buruk bagi manusia.
Animisme berasal dari bahasa latin yaitu anima yang berarti Roh, kepercayaan animisme adalah suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu yang ada dibumi baik itu hidup ataupun mati mempunyai roh. Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di Bumi ini (seperti kawasan tertentu, gunung, laut, sungai, gua, pohon dan batu besar) memiliki jiwa yang harus dihormati agar tidak mengganggu manusia, Tetapi malah membantu kehidupan mereka.Menghormati dengan cara melakukan pemujaan dan memberikan sesaji biasa di lakukan oleh penganut animisme. Bagian dari kepercayaan ini adalah adanya roh-roh orang yang telah meninggal, kepercayaan ini mempercayai jika roh orang yang telah meninggal dapat masuk ke tubuh hewan.
Pengertian Dinamisme
Dinamisme berasal dari bahasa yunani dunamos yang mempunyai arti kekuatan atau daya, Kepercayaan dinamisme adalah kepercayaan yang menyakini bahwa semua benda-benda yang ada di dunia ini baik hidup atau mati mempunyai daya dan kekuatan ghaib. Benda-benda tersebut dipercaya dapat memberi pengaruh baik dan pengaruh buruk bagi manusia.
3.
Jenis
Manusia Purba
1.MeganthropusMeganthropus paleojavanicus adalah fosil yang pernah ditemukan di Sangiran oleh Von Koenigswald pada tahun 1936
dan 1941, berupa bagian rahang bawah dan tiga buah gigi terdiri atas gigi taring dan dua geraham. Makanan jenis manusia purba ini adalah tumbuhan. Makhluk ini hidup kira-kira 2 juta hingga 1 juta tahun yang lalu. Meganthropus berasal dari lapisan Pleistosen Bawah yang sampai sekarang belum ditemukan perkakasnya.
Ciri dari Meganthropus palaeojavanicus
adalah :
a. memiliki tulang pipi yang tebal,
b. memiliki otot rahang yang kuat,
c. tidak memiliki dagu,
d. memiliki tonjolan belakang yang
tajam,
e. memiliki tulang kening yang menonjol,
f. memiliki perawakan yang tegap,
g. memakan tumbuh-tumbuhan, dan
h hidup berkelompok dan
berpindah-pindah.
2.
Pithecanthropus
Pithecanthropus artinya manusia kera. Fosilnya banyak
ditemukan di daerah Trinil (Ngawi), Perning daerah Mojokerto, Sangiran (Sragen,
Jawa Tengah), dan Kedungbrubus (Madiun, Jawa Timur). Seorang peneliti manusia
purba Tjokrohandojo bersama ahli purbakala Duyfjes menemukan fosil tengkorak
anak di lapisan Pucangan, yakni pada lapisan Pleistosen Bawah di daerah
Kepuhlagen, sebelah utara Perning daerah Mojokerto. Mereka memberikan nama
jenis Pithecanthropus mojokertensis, yang merupakan jenis
Pithecanthropus paling tua.
![]() |
Jenis
Pithecanthropus memiliki ciri-ciri tubuh dan kehidupan sebagai berikut.
a.
Memiliki rahang bawah yang kuat.
b. Memiliki tulang pipi yang tebal.
c. Keningnya menonjol.
d. Tulang belakang menonjol dan tajam.
e. Tidak berdagu.
f. Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang
b. Memiliki tulang pipi yang tebal.
c. Keningnya menonjol.
d. Tulang belakang menonjol dan tajam.
e. Tidak berdagu.
f. Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang
besar dan kuat.
g. Memakan jenis tumbuhan.
g. Memakan jenis tumbuhan.
Jenis Pithecanthropus ini paling banyak
jenisnya ditemukan di Indonesia.
Ada beberapa jenis Pithecanthropus yang
diketahui, antara lain, sebagai
berikut.
Pithecanthropus
erectus (manusia kera berjalan tegak) adalah fosil yang paling terkenal
temuan Dr. Eugene Dubois tahun 1890, 1891, dan 1892 di Kedungbrubus (Madiun)
dan Trinil (Ngawi). Temuannya berupa rahang bawah, tempurung kepala, tulang
paha, serta geraham atas dan bawah. Berdasarkan penelitian para ahli,
Pithecanthropus erectus memiliki ciri tubuh sebagai berikut.
1) Berjalan tegak.
2) Volume otaknya melebihi 900 cc.
3) Berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
4) Tinggi badannya sekitar 165 – 170 cm.
5) Berat badannya sekitar 100 kg.
6) Makanannya masih kasar dengan sedikit dikunyah.
7) Hidupnya diperkirakan satu juta sampai setengah juta tahun yang lalu.
Hasil temuan Pithecanthropus erectus ini oleh para ahli purbakala dianggap sebagai temuan yang amat penting, yaitu sebagai revolusi temuan-temuan fosil manusia purba yang sejenis. Jenis manusia purba fosil Pithecanthropus erectus ini diyakini sebagai missing link, yakni makhluk yang kedudukannya antara kera dan manusia. Penemuan ini menggemparkan dunia ilmu pengetahuan sebab seakan-akan dapat membuktikan teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin dalam teori evolusinya. Darwin dalam bukunya yang berjudul The Descent of Man (Asal Usul Manusia) menerapkan teori berupa perkembangan binatang menuju manusia dan binatang yang paling mendekati adalah kera. Hal ini diperkuat penemuan manusia Neanderthal di Jerman yang menyerupai kera maupun manusia.
1) Berjalan tegak.
2) Volume otaknya melebihi 900 cc.
3) Berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
4) Tinggi badannya sekitar 165 – 170 cm.
5) Berat badannya sekitar 100 kg.
6) Makanannya masih kasar dengan sedikit dikunyah.
7) Hidupnya diperkirakan satu juta sampai setengah juta tahun yang lalu.
Hasil temuan Pithecanthropus erectus ini oleh para ahli purbakala dianggap sebagai temuan yang amat penting, yaitu sebagai revolusi temuan-temuan fosil manusia purba yang sejenis. Jenis manusia purba fosil Pithecanthropus erectus ini diyakini sebagai missing link, yakni makhluk yang kedudukannya antara kera dan manusia. Penemuan ini menggemparkan dunia ilmu pengetahuan sebab seakan-akan dapat membuktikan teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin dalam teori evolusinya. Darwin dalam bukunya yang berjudul The Descent of Man (Asal Usul Manusia) menerapkan teori berupa perkembangan binatang menuju manusia dan binatang yang paling mendekati adalah kera. Hal ini diperkuat penemuan manusia Neanderthal di Jerman yang menyerupai kera maupun manusia.
Pithecanthropus
robustus, artinya manusia kera berahang besar. Jenis manusia purba ini fosilnya
ditemukan di Sangiran tahun 1939 oleh Weidenreich. Von Koenigswald menyebutnya
dengan nama Pithecanthropus mojokertensis, penemuannya pada lapisan Pleistosen
Bawah yang ditemukan di Mojokerto antara tahun 1936 – 1941. Pithecanthropus
mojokertensis artinya manusia kera dari Mojokerto. Fosilnya berupa tengkorak
anak berumur 5 tahun. Jenis ini memiliki ciri hidung lebar, tulang pipi kuat,
tubuhnya tinggi, dan hidupnya masih dari mengumpulkan makanan (food gathering).
Berdasarkan banyaknya temuan di lembah Sungai Bengawan Solo maka Dr. Von
Koenigswald membagi lapisan Diluvium lembah Sungai Bengawan Solo menjadi tiga.
1) Lapisan Jetis (Pleistosen Bawah) ditemukan jenis Pithecanthropus robustus.
2) Lapisan Trinil (Pleistosen Tengah) ditemukan jenis Pithecanthropus erectus.
3) Lapisan Ngandong (Pleistosen Atas) ditemukan jenis Homo soloensis.
1) Lapisan Jetis (Pleistosen Bawah) ditemukan jenis Pithecanthropus robustus.
2) Lapisan Trinil (Pleistosen Tengah) ditemukan jenis Pithecanthropus erectus.
3) Lapisan Ngandong (Pleistosen Atas) ditemukan jenis Homo soloensis.
Pithecanthropus
dubuis (dubuis artinya meragukan), fosil ini ditemukan di Sangiran pada
tahun 1939 oleh Von Koenigswald yang berasal dari lapisan Pleistosen Bawah.
Pithecanthropus
soloensis adalah manusia kera dari Solo yang ditemukan
oleh Von Koenigswald, Oppennoorth, dan Ter Haar pada tahun 1931 – 1933 di
Ngandong, tepi Sungai Bengawan Solo. Hasil temuannya ini memiliki peranan
penting karena menghasilkan satu seri tengkorak dan tulang kening.
4. Kehidupan Manusia Purba
Kehidupan
manusia purba memang berbeda dengan kita. Manusia zaman prak-akasara atau
yang lebih dikenal dengan manusia purba selalu berpindah tempat tinggal atau
biasa disebut nomaden. Zaman purba itu tidak semuanya serba ada seperti sekarang, loh! Manusia
harus berburu supaya bisa makan. Untuk masak atau menghangatkan tubuh pun
mereka harus belajar menghasilkan api. Semuanya membuat kehidupan manusia
purba menjadi terbatas. Nah, karena keterbatasan itu juga, mereka belum
bisa membuat rumah yang tetap. Ada yang tinggal di gua namun ada juga yang
sudah bisa mendirikan tempat berlindung dari potongan kayu yang ditutupi kulit
dan tulang hewan, termasuk tulang marmut, jenis binatang purba. Tentu saja,
tempat itu tidak sekuat seperti rumah yang terbuat dari semen seperti saat ini.
Keterbatasan itu yang akhirnya membuat manusia purba hidup berpindah tempat.
Mereka tidak bisa menetap karena butuh tempat tinggal baru jika yang lama telah
rusak. Selain itu, mereka harus berburu makanan karena belum bisa menghasilkan
sendiri atau belum mengenal bercocok tanam.
Hmm, kalau hanya
bergantung di satu tempat saja, hewan yang mereka buru, lama-lama akan habis
dan bisa kelaparan. Oleh karena itu, akhirnya kehidupan manusia purba menjadi
nomaden.
5.
Ditemukannya
Manusia Purba
Ada di
Nomer 1
6.
Kerajaan
di Indonesia
Pada
jaman dulu, di Indonesia terdapat banyak sekali kerajaan yang tersebar di
berbagai daerah. Tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, kerajaan juga menjadi
tempat menyebarluaskan sistem kepercayaan. Ada yang menyebarkan agama Hindu,
ada yang menyebarkan agama Buddha, dan ada juga yang menyebarkan agama Islam.
Berikut ini Tahupedia akan menjelaskan kembali kerajaan mana saja yang menjadi
paling berpengaruh di Indonesia.
10.
Kerajaan Samudra Pasai
Samudra Pasai atau yang dikenal juga
dengan Samudra Darusaalam adalah kerajaan Islam pertama yang ada di Indonesia.
Kerajaan Samudra Pasai berada di di pesisir pantai Sumatra dan mulai berdiri
pada abad ke-13. Orang yang menjadi raja kerajaan Samudra Pasai yang pertama
adalah Sultan Malik al-Saleh.
Karena kerajaan Samudra Pasai berada di
lokasi yang strategis yakni di dekat pantai, maka menjadi kerajaan ini menjadi
pusat perdagangan. Di bawah kepemimpinan raja Sultan Malukul Dhahir, Samudra
Pasai benar-benar menjadi tempat perdagangan yang maju. Pelabuhannya pun selalu
ramai oleh pedagang dari Asia, Afrika, Cina, dan Eropa.
9.
Kerajaan Demak
Jika Samudra Pasai adalah kerajaan Islam
pertama di Indonesia yang berada di Sumatra, maka kerajaan Demak adalah
kerajaan Islam pertama yang ada di pulau Jawa. Raja yang mendirikan Demak
adalah Raden Patah pada tahun 1478. Raden Patah menduduki kursi raja Demak
sampai dengan tahun 1518. Raden Patah sendiri merupakan seorang bangsawan yang
juga bertugas sebagai kadipaten di kerajaan Majapahit.
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam
yang terkenal karena menjadi tempat lahirnya Wali Songo atau sembilan wali. Wali
Songo ini adalah 9 wali terkenal yang merupakan penyebar agama Islam. Kerajaan
Demak menjadi kerajaan yang lebih maju ketika kerajaan Majapahit mulai runtuh.
Kerajaan Demak berlokasi sekitar 25 km dari kota Semarang, tepatnya di jalan
menuju Kudus dari Surabaya.
8.
Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri atau yang disebut juga
dengan kerajaan Panjalu adalah kerajaan Hindu yang ada di pulau Jawa, terutama
di Jawa Timur. Usia kerajaan Kediri terbilang lama yakni berdiri dari tahun
1042 sampai tahun 1222. Untuk masalah peninggalan arkeologi, kerajaan Kediri
memang tidak meninggalkan banyak peninggalan. Namun dalam sastra klasik,
kerajaan memiliki kemajuan dalam bidang sastra yang cukup maju.
Berlokasi dekat dengan kali Brantas,
kerajaan Kediri berdiri dan berjalan seiringan dengan kerajaan Sriwijaya yang
berada di Sumatra. Dua kerajaan ini memiliki pengaruh yang sangat besar pada
dunia perdagangan saat itu. Diketahui bahwa pedagang Cina dan juga India sering
melakukan kegiatan perdagangan di wilayah kekuasaan kerajaan Kediri. Raja yang
terkenal saat itu adalah Jaya Baya. Memerintah dari tahun 1135 sampai tahun
1179.
7.
Kerajaan Tarumanegara
Berdiri dari tahun 358 sampai dengan
tahun 669, Tarumanegara atau pendeknya Taruma, adalah kerajaan Sunda India yang
terletak di dekat prasasti Kebon Kopi I, Kampung Muara, Bogor. Berdasarkan tugu
prasasti, raja Purnawarman membangun sebuat kanal yang mengubah arah dari
sungai Cakung. Dirinya juga mengeringkan daerah pesisir pantai untuk dijadikan
area pertanian dan pemukiman penduduk.
Berdasarkan tulisan di tugu prasasti,
Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358.
Diketahui ada 12 orang yang pernah menjadi raja Tarumanegara. Tapi yang paling
terkenal hanyalah raja Purnawarman. Purnawarman dianggap sebagai titisan dewa
Wisnu. Dalam kepercayaan Hindu, dewa Wisnu merupakan dewa pemelihara dan
pelindung alam semesta.
6.
Kerajaan Banten
Kerajaan Banten didirikan pada abad
ke-16 dan tentu saja sesuai dengan namanya, kerajaan Banten terletak di pusat
kota Banten. Menurut sejarah, kerajaan Banten didirikan oleh salah satu dari
Wali Songo yaitu Sunan Gunung Jati. Kerajaan Banten merupakan kerajaan yang
cukup berpengaruh di Asia Tenggara sebagai kota pusat perdagangan. Salah satu
komoditi yang terkenal adalah lada.
Karena didirikan oleh Sunan Gunung Jati,
Banten menjadi kerajaan yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama
Islam. Kemajuan Banten menjadi kerajaan dagang terjadi pada awal tahun 1500an.
Banten menjadi kota pelabuhan terbesar kedua setelah Sunda Kelapa. Setelah
kejatuhan Malaka ke tangan Portugis, banyak pedagang dari Timur dan Cina yang
memutuskan untuk berlabuh di Banten daripada Malaka.
5.
Kerajaan Sriwijaya
Ditulis juga dengan nama Srivijaya, adalah
sebuah kerajaan yang sangat berpengaruh di Indonesia dan berbasis di pulau
Sumatra. Pengaruh kerajaan Sriwijaya mampu sampai ke Asia Tenggara. Kerajaan
ini menjadi pusatnya penyebar luasnya ajaran agama Buddha dari abad ke 8 sampai
abad ke-12.
Kekuatan kerajaan Sriwijaya dipengaruhi
dari perdagangan lautnya yang sangat ramai. Menguasai selat Malaka, membuat
kerajaan Sriwijaya memiliki hubungan dagang yang cukup erat dengan kepulauan
Malaysia, Cina, dan juga India. Kerajaan Sriwijaya pertama kali dipimpin oleh
Sri Jayanaga. Masa kejayaan dari kerajaan Sriwijaya sendiri baru muncul ketika
Balaputra Dewa menjabat sebagai raja.
4.
Kerajaan Singosari
Terletak beberapa kilometer di sebelah
utara kota Malang, berdirilah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang bernama
kerajaan Singosari atau Singhasari. Singosari berdiri di timur Jawa sejak tahun
1222 dan mampu bertahan sampai dengan tahun 1292. Kerajaan Singosari
mejadi penerus suksesnya kerajaan Kediri yang berada di Jawa Timur.
Pertama kali dipimpin oleh Ken Arok
sebagai raja, Ken Arok sukses menjadi raja setelah dirinya membunuh Tunggul
Ametung. Namun drama balas dendam yang terjadi di keturunan Ken Arok dan
Tunggul Ametung terus berlangsung hingga membuat raja Singosari terus menerus
berganti raja. Tapi, raja yang paling terkenal di Singosari adalah Kartanegara.
Melalui Kertanegaralah kerajaan Singosari bisa mencapai puncak kejayaannya.
3.
Kerajaan Kutai
Dibangun pada abad ke-4 menjadikan
kerajaan Kutai menjadi kerajaan tertua yang ada di Indonesia. Dengan dasar
agama Hindu, kerajaan Kutai merupakan salah satu kerajaan paling berpengaruh
yang berada di Kalimantan Timur, dekat dengan hulu sungai Mahakam. Raja pertama
yang menguasai Kutai bernama Kudungga.
Pada masa kekuasaan Kudungga, kerajaan
Kutai dikenal hanya sebagai kerajaan Hindu biasa. Baru ketika dipimpin oleh
Mulawarman, kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaannya. Kerajaan Kutai
mengalami kehancuran ketika rajanya saat itu Maharaja Setia Dharma terbunuh
dalam peperangan. Kematian Maharaja Setia Dharman sekaligus penanda selesainya
masa kerajaan Kutai.
2.
Kerajaan Mataram
Mataram adalah salah satu kerajaan besar
yang berada di pulau Jawa. Berdiri di akhir abad ke-16 dan kekuasaannya
berlangsung sampai dengan abad ke-18. Diperintah oleh raja Senapati atau yang
dikenal dengan nama Adiwijoyo, kerajaan Mataram menjadi kerajaan yang
berpengaruh di pulau Jawa,
Sepanjang sejarah, kerajaan Mataram
memiliki sektor pertanian dan juga perdagangan yang sangat maju. Karena 2 hal
itulah yang membuat kerajaan ini memiliki populasi penduduk yang sangat banyak
dan juga makmur. Berada di Jawa Tengah, kerajaan Mataram merupakan kerajaan
yang berbasis agama Hindu. Rajanya yang terkenal dari Mataram bernama Balitung.
1.
Kerajaan Majapahit
Akhirnya kita sampai pada kerajaan
paling berpengaruh paling pertama yang ada di Indonesia yaitu kerajaan
Majapahit. Majapahit adalah kerajaan dengan dasar agama Hindu yang berdiri dari
tahun 1293 sampai tahun 1500. Menjadi kerajaan paling berpengaruh, Majapahit
mengusai berbagai wilayah di Indonesia termasuk di dalamnya adalah Sumatra,
Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Lombok, dan Timor Timur.
Majapahit sendiri berlokasi diantara
kali Brantas dan juga Solo. Kekuasaan Majapahit yang besar mampu mempengaruhi
sejumlah negara di Asia Tenggara. Majapahit pertama kali dirikan oleh Raden
Wijaya dan meraih jaman keemasannya pada pemerintahan raja Hayam Wuruk ditemani
dengan patihnya yang terkenal bernama Gajah Mada.
7.
Penyebab
VOC Bangkrut
a. Banyak
korupsi yang dilakukan oleh para pegawai VOC.
b. Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat s emakin l uasnya w ilayah kekuasaan VOC.
c. Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat sangat besar.
d. Persaingan dengan kongsi dagang lain, seperti kongsi d agang Portugis (Compagnie des Indies) dan kongsi dagang Inggris.
e. Utang VOC yang sangat besar.
f. Pemberian dividen kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran.
g. Berkembangnya paham liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan.
h. Pendudukan Prancis terhadap negeri Belanda pada tahun 1795.
b. Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat s emakin l uasnya w ilayah kekuasaan VOC.
c. Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat sangat besar.
d. Persaingan dengan kongsi dagang lain, seperti kongsi d agang Portugis (Compagnie des Indies) dan kongsi dagang Inggris.
e. Utang VOC yang sangat besar.
f. Pemberian dividen kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran.
g. Berkembangnya paham liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan.
h. Pendudukan Prancis terhadap negeri Belanda pada tahun 1795.
8.
Tujuan VOC
a. Menghindari
persaingan tidak sehat diantara sesame pedagang Belanda.
b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan pedagang dari bangsa lain.
c. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi konflik dengan Spanyol.
Kekuatan VOC adalah strategi dagang dan system pengorganisasian yang rapi. Sumber dana VOC berasal dari 6 kota pelabuhan di Belanda. Perwakilan tersebut dinamakan Heeren XVII (tuan-tuan Ketujuh Belas) yang terdiri 8 perwakilan kota-kota pelabuhan dagang. VOC berkewajiban melaporkan hasil keuntungan dagangnya kepada Staten Generaal (Parlemen Belanda).
b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan pedagang dari bangsa lain.
c. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi konflik dengan Spanyol.
Kekuatan VOC adalah strategi dagang dan system pengorganisasian yang rapi. Sumber dana VOC berasal dari 6 kota pelabuhan di Belanda. Perwakilan tersebut dinamakan Heeren XVII (tuan-tuan Ketujuh Belas) yang terdiri 8 perwakilan kota-kota pelabuhan dagang. VOC berkewajiban melaporkan hasil keuntungan dagangnya kepada Staten Generaal (Parlemen Belanda).
9.
Tanam
Paksa (Van Den Bosch)
Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), merupakan peraturan yang dikeluarkan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 yang mengharuskan
setiap desa menyisihkan 20% tanahnya untuk ditanami komoditi yang laku dipasar
ekspor, khususnya tebu, tarum (nila) dan kopi. Hasil tanaman ini nantinya harus
dijual kepada pemerintah belanda dengan harga yang telah ditetapkan. Sedangkan
Penduduk desa yang tidak punya tanah harus bekerja selama 75 hari setiap tahun
(20% dari 365 Hari) pada perkebunan milik pemerintah belanda, hal tersebut
menjadi semacam pengganti pajak bagi rakyat.
10.
Kerja
Paksa (Deandles)
Kerja paksa adalah melakukan pekerjaan di bawah
ancaman sanksi atau hukuman di mana pekerja tidak
memiliki kebebasan untuk menyepakati pelaksanaan pekerjaan atau dengan kata
lain pekerjaan yang tidak dilakukan dengan suka rela.[1][2] Contoh sanksi hukuman dapat
mencakup ancaman kekerasan, atau pembayaran upah ditunda.[2]Penyitaan atau penahan dokumen pribadi pekerja seperti akta
kelahiran, ijazah sekolah atau kartu tanda
penduduk juga
dapat dikategorikan ancaman kerja paksa karena pekerja mungkin tidak bebas
untuk meninggalkan pekerjaan mereka atau untuk mencari pekerjaan di tempat lain.[2] Dalam Undang-Undang
Dasar Republik
Indonesia telah
diatur tentang kebebasan individu untuk
memilih pekerjaannya sehingga dengan adanya pengesahan Undang-Undang tersebut
tidak ada yang boleh melanggarnya.[2] Indonesia telah
mengesahkan dua konvensi ILO mengenai
larangan kerja paksa yaitu konvensi kerja
paksa No. 29 tahun 1930 (K29), dan konvensi penghapusan
kerja paksa No. 15 tahun 1957 (K150).[2] Memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu
pekerjaan yang tidak sesuai dengan kehendak mereka dengan ancaman hukuman dapat
menjadi tanda dari kerja paksa.[2] Meskipun paksaan untuk bekerja dilakukan waktu saat kerja biasa atau kerja lembur.[2]
11.
Land Rent
(Raffles)
Sewa tanah diperkenalkan di Jawa semasa pemerintahan
peralihan Inggris (1811-1816) oleh Gubernur Jenderal Stamford Raffles, yang
banyak menghinpun gagasan sewa tanah dari sistem pendapatan dari tanah
India-Inggris. Sewa tanah didasarkan pada pemikiran pokok mengenai hak penguasa
sebagai pemilik semua tanah yang ada.
12.
Organisasi
Militer bentukan Jepang dan Organisasi non-Militer bentukan Jepang
Organisasi
militer Jepang adalah organisasi yang dikhususkan untuk melakukan pertahanan
secara militer guna mempertahankan wilayah Indonesia, misalnya prajurit
tentara. Dalam organisasi ini, pelatihan kemiliteran sangat ditekankan. (Heiho,
Peta)
Organisasi
semi militer Jepang adalah organisasi yang tidak dikhususkan untuk melakukan
pertahanan secara militer, namun lebih bersifat ke keamanan dan ketertiban
serta kecenderungan untuk kesejahteraan rakyat. Pelatihan dibidang kemiliteran
tetap ada, namun tidak begitu ditekankan. (Seinendan, Keibodan, Fujinkai,
Shuisintai, Hizbullah, Gokukutai)
13.
Organisasi
Kemasyarakatan Jepang
Gerakan 3A
Gerakan Tiga A dibentuk pada bulan Maret 1942 dan diketuai
oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan Tiga A terdiri dari Nippon Cahaya Asia, Nippon
Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Tujuan gerakan ini adalah untuk
menghimpun potensi bangsa guna kemakmuran bersama. Ternyata Gerakan Tiga A
tidak berumur lama karena dirasa kurang efektif oleh Jepang sehingga dibubarkan,
sebagai gantinya dibentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat).
PUTERA
Para pemimpin bangsa Indonesia merasa bahwa satu-satunya cara
menghadapi kekejaman militer Jepang adalah dengan bersikap kooperatif. Hal ini
semata untuk tetap berusaha mempertahankan kemerdekaan secara tidak langsung.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka mereka sepakat bekerjasama dengan
pemerintah militer Jepang dengan pertimbangan lebih menguntungkan dari pada
melawan. Hal ini didukung oleh propaganda Jepang untuk tidak menghalangi
kemerdekan Indonesia. Maka setelah terjadi kesepakatan, dibentuklah organisasi
baru bernama Putera (Pusat Tenaga Rakyat).
14.
Tugas
utama Deandles
1. Mempertahankan pulau jawa dari serangan
Inggris
Inggris
2. Mengatur pemerintahan
di Indonesia
di Indonesia
3. membereskan keuangan.
15.
Politik
Balas Budi
Politik
Balas Budi adalah
suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung
jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Pemikiran
ini merupakan kritik terhadap politik tanam paksa. Munculnya kaum Etis yang di
pelopori oleh Pieter Brooshooft (wartawan Koran De
Locomotief) dan C. van Deventer (politikus) ternyata membuka mata
pemerintah kolonial untuk lebih memperhatikan nasib para pribumi yang
terbelakang.
16.
Tujuan bangsa
Eropa datang ke Indonesia
Tujuan awal kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah
memperoleh rempah-rempah langsung dari sumbernya. Menguasai
perdagangan rempah-rempah langsung dari sumbernya. Caranya dengan menerapkan
monopoli perdagangan. Dengan monopoli, bangsa Eropa bertindak sebagai
satu-satunya pembeli dengan harga yang mereka tentukan. Tindakan itu sudah
tentu merugikan para petani rempah-rempah.
Menguasai
wilayah strategis baik untuk perdagangan maupun basis militer. Dengan kekuatan
armada dan strategi pecah belah, bangsa Eropa memaksa penguasa setempat untuk
menandatangani perjanjian yang mengesahkan penguasaan atas suatu wilayah
strategis.
Mengeruk
sebanyak mungkin kekayaan sumber daya suatu wilayah. Caranya dengan memaksa
penguasa setempat menandatangani suatu perjanjian.
Turut
campur dalam urusan politik suatu wilayah. Secara semena-mena, bangsa Eropa
ikut serta menentukan orang yang mereka anggap layak menjadi penguasa. Orang
yang mereka pilih sudah tentu yang akan menguntungkan mereka, sedangkan
penguasa yang menentang akan sesegera mungkin mereka singkirkan. Dengan cara
seperti itu, mereka dapat mempertahankan atau bahkan memperbesar pengaruh
mereka atas suatu wilayah.
17.
Latar
belakang Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Dekrit Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan
Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota
konstituante mulaibersidang pada 10 November 1956. Namun pada kenyataannya
sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Sementara, di
kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin
kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Ir. Soekarno lantas menyampaikan
amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan
untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan
suara.Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju.
Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak dan tetapi makanya pemungutan
suara ini harus diulang, karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum
adalah jumlah minimum anggota yang harus hadir di rapat, majelis, dan
sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan
suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni
1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Untuk
meredam kemacetan, Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang
parlemen; masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir
dari upaya penyusunan UUD Alasan Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959
18.
Partai
Pemenang Pemilu era Domokrasi
PDIP
19.
Aksi
TRITURA
Latar belakang utama yang menyebabkan terjadinya tritura
atau tiga tuntutan rakyat, adalah gerakan separatis PKI pada tanggal 30
September 1965 yang memuncak. Berbagai demonstrasi besar-besaran dilakukan
dengan berbagai tuntutan rakyat agar PKI serta ormas-ormasnya dibubarkan.
Terbentuk banyak kesatuan, dari kesatuan mahasiswa, buruh, guru, dan kalangan
masyarakat lainnya yang merasa terganggu dengan adanya gerakan separatis
komunis. Secara konseptual, Tritura berisi keinginan dan tuntutan rakyat agar
negara dapat membenahi masalah politik dan ekonomi yang terjadi, karena saat
itu juga terjadi krisis ekonomi yang berimbas langsung kepada kesejahteraan
masyarakat.
1. Pembubaran
PKI,
2. Pembersihan
kabinet dari unsur-unsur G30S PKI,
3. Penurunan
harga/perbaikan ekonomi.
20.
Latar
Belakang TRIKORA
Karena Belanda tetap tidak mau menyerahkan Irian barat dan
malah memperkuatnya dengan
mengirim batalyon angkatan daratnya , maka Presiden Sukarno memberikan Instruksi.
21.
Tonggak
terlahirnya Masa Orde Baru (Supersemar)
Orde Baru lahir
akibat krisis ekonomi dan politik yang berujung pada peristiwa
Gerakan 30 September/PKI. Ada dua
peristiwa besar yang bisa dijadikan tanda tergulingnya kekuasaan Presiden
Soekarno.
adalah dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) kepada Mayjen Soeharto untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban.
Peristiwa kedua adalah ditolaknya pidato pertanggungjawaban Presiden Ir. Soekarno di dalam sidang MPRS. Pada tanggal 22 Juni 1966 Presiden Ir. Soekarno menyampaikan pidato Nawaksara dalam persidangan MPRS. (Nawa = sembilan dalam bahasa Sanskerta, aksara = huruf atau istilah).
Dengan memegang Supersemar dan Tap Nomor IX/MPRS/ 1966 tentang Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/PBRI/Mandataris MPRS (yang berisi pengukuhan Supersemar), serta pelimpahan kekuasaan pemerintah dari Presiden Ir. Soekarno, posisi Jenderal Soeharto semakin kuat.
Demikianlah pada tanggal 12 Maret 1967 Jenderal Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden Republik Indonesia oleh ketua MPRS Jenderal Abdul Haris Nasution.
adalah dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) kepada Mayjen Soeharto untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban.
Peristiwa kedua adalah ditolaknya pidato pertanggungjawaban Presiden Ir. Soekarno di dalam sidang MPRS. Pada tanggal 22 Juni 1966 Presiden Ir. Soekarno menyampaikan pidato Nawaksara dalam persidangan MPRS. (Nawa = sembilan dalam bahasa Sanskerta, aksara = huruf atau istilah).
Dengan memegang Supersemar dan Tap Nomor IX/MPRS/ 1966 tentang Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/PBRI/Mandataris MPRS (yang berisi pengukuhan Supersemar), serta pelimpahan kekuasaan pemerintah dari Presiden Ir. Soekarno, posisi Jenderal Soeharto semakin kuat.
Demikianlah pada tanggal 12 Maret 1967 Jenderal Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden Republik Indonesia oleh ketua MPRS Jenderal Abdul Haris Nasution.
22.
Pemenang
pemilu 1959
PNI
(Partai Nasional Indonesia)
23.
ASEAN
Pengertian ASEAN yang merupakan sebuah akronim dari Association of
Souteast Asian Nations adalah Perhimpunan Negara-negara yang Berada
dikawasan Asia Tenggara. Organisasi ASEAN yang pada awalnya hanya berjumlah
lima negara saja sekarang sudah tumbuh berkembang menjadi 10 negara antara lain
Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam,
Myanmar, Laos dan Kamboja dimana lima negara pertama adalah pendirinya.
ASEAN merupakan sebuah organisasi internasional kewilayahan yang begitu
besar, jika dijumlahkan secara keseluruhan luas wilayahnya mencapai 1,7 juta
mil persegi atau sekitar 4,5 juta kilometer persegi dengan jumlah populasi yang
ada didalamnya sekitar setengah milyar orang. ASEAN dibentuk dengan maksud dan
tujuan kepentingan negara-negara didalamnya seperti ekonomi, sosial, budaya,
dll.
ASEAN yang merupakan sebuah perhimpunan
negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara ini didirikan pada tanggal 8
Agustus 1967 di Kota Bangkok, Thailand yang dikenal dengan Deklarasi Bangkok.
Deklarasi ini dihadiri oleh lima negara yang disebut juga dengan negara pendiri
ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thalaind dan juga Filipina.
Wakil-wakil dari ke-5 negara tersebut antara lain Adam Malik (indonesia), Tun
Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), Thanat Khoman (Thaialand),
dan Narciso Ramos (Filipina).
Inilah tujuan ASEAN yang tercantum didalam
Deklarasi Bangkok
1.
Untuk
mempercepat pertumbuhan ekonimi, kemajuan sosial dan pengembangan budaya dalam
kawasan (ASEAN) melalui usaha-usaha bersama didalam semangat kesetaraan dan
kebersamaan didalam memperkuat pondasi untuk kesejahteraan dan perdamaian
negara-negara dikawasan Asia Tenggara.
2.
Untuk
mempromosikan perdamaian dan stabilitas dalam kawasan dengan menghormati
keadilan dan supremasi hukum didalam hubungan diantara negara-negara dalam satu
kawasan dan kepatuhan terhadap piagam PBB.
3.
Untuk
mempromosikan kolaborasi secara aktif dan saling membantu dalam hal-hal yang
menjadi kepentingan bersama seperti ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu
pengetahuan dan juga dalam bidang-bidang administrasi.
4.
Untuk memberikan
bantuan satu sama lain dalam hal fasilitas-fasilitas pelatihan dan penelitian
dalam bidang pendidikan, pekerjaan/profesi, teknik dan administrasi.
5.
Untuk
berkolaborasi lebih efektif dalam pemanfaatan dengan lebih baik dalam bidang
pertanian dan industri, memperluas perdagangan, termasuk mempelajari
masalah-masalah dalam perdagangan komositas internasional, pengembangan sistem
transportasi dan fasilitas-fasilitas komunikasi dan meningkatkan standar hidup
untuk orang-orang atau masyarakat yang berada didalam kawasan ASEAN.
6.
Untuk
mempromosikan sistem pendidikan di Asia Tenggara.
7.
Untuk menjaga
kerjasama yang erat dan saling menguntungkan dengan organisasi-organisasi
internasional dan regional yang sudah ada sebelumnya yang memiliki kesamaan
visi dan tujuan, dan mengeksplor semua jalan untuk kerjasama yang lebih erat
diantara mereka (organisasi-organisasi tersebut).
24.
KAA
Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia
Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah
konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja
memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu
Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh
Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18
April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan
kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau
neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
25.
Isi
Trilogi Pembangunan
1. Stabilitas
Nasional yang dinamis
2. Pertumbuhan
Ekonomi Tinggi, dan
3. Pemerataan
Pembangunan dan hasil-hasilnya.
26.
Kabinet-kabinet
Presiden
Presiden
: Ir. Soekarno (1945-1967)Wakil Presiden : Drs. Moh. Hatta
Terhitung ada lebih dari 20 (dua puluh) kabinet pada era Presiden Soekarno, berikut daftar lengkapnya.
Kabinet :
Terhitung ada lebih dari 20 (dua puluh) kabinet pada era Presiden Soekarno, berikut daftar lengkapnya.
Kabinet :
Era
Demokrasi Perjuangan Kemerdekaan
Kabinet Presidensil
Masa Kerja : 2 September 1945 - 14 November 1945
Jumlah Personil : 21 orang
Kabinet Sjahrir I
Masa Kerja : 14 November 1945 - 12 Maret 1946
Jumlah Personil : 17 orang
Kabinet Sjahrir II
Masa Kerja : 12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946
Jumlah Personil : 25 orang
Kabinet Sjahrir III
Masa Kerja : 2 Oktober 1946 - 3 Juli 1947
Jumlah Personil : 32 orang
Kabinet Amir Syarifudin I
Masa Kerja : 3 Juli 1947- 11 November 1947
Jumlah Personil : 34 orang
Kabinet Amir Syarifudin II
Masa Kerja : 11 November 1947 - 29 Januari 1948
Jumlah Personil : 37 orang
Kabinet Hatta I
Masa Kerja : 29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949
Jumlah Personil : 17 orang
Kabinet Darurat
Masa Kerja : 19 Desember 1948 - 13 Juli 1949
Jumlah Personil : 12 orang
Kabinet Hatta II
Masa Kerja : 4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949
Jumlah Personil :19 orang
Era Demokrasi Parlementer
Kabinet RIS
Masa Kerja : 20 Desember 1949 - 6 September 1950
Jumlah Personil : 17 orang
Kabinet Susanto
Masa Kerja : 20 Desember 1949 - 21 Januari 1950
Jumlah Personil : 10 orang
Kabinet Halim
Masa Kerja : 21 Januari 1950 - 6 September 1950
Jumlah Personil : 15 orang
Kabinet Natsir
Masa Kerja : 6 September 1950 - 27 April 1951
Jumlah Personil : 18 orang
Kabinet Sukiman-Suwirjo
Masa Kerja : 27 April 1951 - 3 April 1952
Jumlah Personil :20 orang
Kabinet Wilopo
Masa Kerja : 3 April 1952 - 30 Juli 1953
Jumlah Personil : 18 orang
Kabinet Ali Sastroamidjojo I
Masa Kerja : 30 Juli 1953 - 12 Agustus 1955
Jumlah Personil : 20 orang
Kabinet Baharuddin Harahap
Masa Kerja : 12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956
Jumlah Personil : 23 orang
Kabinet Ali Sastroamidjojo II
Masa Kerja : 24 Maret 1956 - 9 April 1957
Jumlah Personil : 25 orang
Kabinet Karya / Kabinet Djuanda
Masa Kerja : 24 Maret 1956 - 9 April 1957
Jumlah Personil : 24 Orang
Era Demokrasi Terpimpin
Kabinet Kerja I
Masa Kerja : 10 Juli 1959 - 18 Februari 1960
Jumlah Personil : 33 orang
Kabinet Kerja II
Masa Kerja : 18 Februari 1960 - 6 Maret 1962
Jumlah Personil : 40 orang
Kabinet Kerja III
Masa Kerja : 6 Maret 1962 - 13 November 1963
Jumlah Personil : 60 orang
Kabinet Kerja IV
Masa Kerja : 13 November 1963 - 27 Agustus 1964
Jumlah Personil : 66 orang
Kabinet Dwikora I
Masa Kerja : 27 Agustus 1964 - 22 Februari 1966
Jumlah Personil : 110 orang
Kabinet Dwikora II
Masa Kerja : 22 Februari 1966 - 28 Maret 1966
Jumlah Personil : 132 orang
Kabinet Dwikora II
Masa Kerja : 28 Maret 1966 - 25 Juli 1966
Jumlah Personil : 79 orang
Kabinet Ampera I
Masa Kerja : 25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967
Jumlah Personil : 31 orang
Kabinet Ampera II
Masa Kerja : 17 Oktober 1967 - 6 Juni 1968
Jumlah Personil : 24 orang
Kabinet Presidensil
Masa Kerja : 2 September 1945 - 14 November 1945
Jumlah Personil : 21 orang
Kabinet Sjahrir I
Masa Kerja : 14 November 1945 - 12 Maret 1946
Jumlah Personil : 17 orang
Kabinet Sjahrir II
Masa Kerja : 12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946
Jumlah Personil : 25 orang
Kabinet Sjahrir III
Masa Kerja : 2 Oktober 1946 - 3 Juli 1947
Jumlah Personil : 32 orang
Kabinet Amir Syarifudin I
Masa Kerja : 3 Juli 1947- 11 November 1947
Jumlah Personil : 34 orang
Kabinet Amir Syarifudin II
Masa Kerja : 11 November 1947 - 29 Januari 1948
Jumlah Personil : 37 orang
Kabinet Hatta I
Masa Kerja : 29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949
Jumlah Personil : 17 orang
Kabinet Darurat
Masa Kerja : 19 Desember 1948 - 13 Juli 1949
Jumlah Personil : 12 orang
Kabinet Hatta II
Masa Kerja : 4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949
Jumlah Personil :19 orang
Era Demokrasi Parlementer
Kabinet RIS
Masa Kerja : 20 Desember 1949 - 6 September 1950
Jumlah Personil : 17 orang
Kabinet Susanto
Masa Kerja : 20 Desember 1949 - 21 Januari 1950
Jumlah Personil : 10 orang
Kabinet Halim
Masa Kerja : 21 Januari 1950 - 6 September 1950
Jumlah Personil : 15 orang
Kabinet Natsir
Masa Kerja : 6 September 1950 - 27 April 1951
Jumlah Personil : 18 orang
Kabinet Sukiman-Suwirjo
Masa Kerja : 27 April 1951 - 3 April 1952
Jumlah Personil :20 orang
Kabinet Wilopo
Masa Kerja : 3 April 1952 - 30 Juli 1953
Jumlah Personil : 18 orang
Kabinet Ali Sastroamidjojo I
Masa Kerja : 30 Juli 1953 - 12 Agustus 1955
Jumlah Personil : 20 orang
Kabinet Baharuddin Harahap
Masa Kerja : 12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956
Jumlah Personil : 23 orang
Kabinet Ali Sastroamidjojo II
Masa Kerja : 24 Maret 1956 - 9 April 1957
Jumlah Personil : 25 orang
Kabinet Karya / Kabinet Djuanda
Masa Kerja : 24 Maret 1956 - 9 April 1957
Jumlah Personil : 24 Orang
Era Demokrasi Terpimpin
Kabinet Kerja I
Masa Kerja : 10 Juli 1959 - 18 Februari 1960
Jumlah Personil : 33 orang
Kabinet Kerja II
Masa Kerja : 18 Februari 1960 - 6 Maret 1962
Jumlah Personil : 40 orang
Kabinet Kerja III
Masa Kerja : 6 Maret 1962 - 13 November 1963
Jumlah Personil : 60 orang
Kabinet Kerja IV
Masa Kerja : 13 November 1963 - 27 Agustus 1964
Jumlah Personil : 66 orang
Kabinet Dwikora I
Masa Kerja : 27 Agustus 1964 - 22 Februari 1966
Jumlah Personil : 110 orang
Kabinet Dwikora II
Masa Kerja : 22 Februari 1966 - 28 Maret 1966
Jumlah Personil : 132 orang
Kabinet Dwikora II
Masa Kerja : 28 Maret 1966 - 25 Juli 1966
Jumlah Personil : 79 orang
Kabinet Ampera I
Masa Kerja : 25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967
Jumlah Personil : 31 orang
Kabinet Ampera II
Masa Kerja : 17 Oktober 1967 - 6 Juni 1968
Jumlah Personil : 24 orang
Presiden
: Jend. Soeharto (1967-1998)Wakil Presiden :
- Sri Sultan Hamengkubuwono IX
- H. Adam Malik
- Jend. (Purn) Umar Wirahadikusumah
- Letjend. (Purn) Sudharmono, S.H.
- Jend. Try Sutrisno
- Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie
Selama 3 dekade memerintah tercatat ada 8 (delapan) kabinet pada masa kerja Presiden Jend. Soeharto
Kabinet :
Kabinet Pembangunan I
Masa Kerja : 6 Juni 1968 - 28 Maret 1973
Jumlah Personil : 24 orang
Kabinet : Kabinet Pemabangunan II
Masa Kerja : 28 Maret 1973 - 29 Maret 1978
Jumlah Personil : 24 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan III
Masa Kerja : 29 Maret 1978 - 19 Maret 1983
Jumlah Personil : 32 orang
Kabinet : Kabinet Pemabngunan IV
Masa Kerja : 19 Maret 1983 - 23 Maret 1988
Jumlah Personil : 42 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan V
Masa Kerja : 23 Maret 1988 - 17 Maret 1993
Jumlah Personil : 44 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan VI
Masa Kerja : 17 Maret 1993 - 14 Maret 1998
Jumlah Personil : 43 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan VII
Masa Kerja : 14 Maret 1998 - 21 Mei 1998
Jumlah Personil : 38 orang
- Sri Sultan Hamengkubuwono IX
- H. Adam Malik
- Jend. (Purn) Umar Wirahadikusumah
- Letjend. (Purn) Sudharmono, S.H.
- Jend. Try Sutrisno
- Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie
Selama 3 dekade memerintah tercatat ada 8 (delapan) kabinet pada masa kerja Presiden Jend. Soeharto
Kabinet :
Kabinet Pembangunan I
Masa Kerja : 6 Juni 1968 - 28 Maret 1973
Jumlah Personil : 24 orang
Kabinet : Kabinet Pemabangunan II
Masa Kerja : 28 Maret 1973 - 29 Maret 1978
Jumlah Personil : 24 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan III
Masa Kerja : 29 Maret 1978 - 19 Maret 1983
Jumlah Personil : 32 orang
Kabinet : Kabinet Pemabngunan IV
Masa Kerja : 19 Maret 1983 - 23 Maret 1988
Jumlah Personil : 42 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan V
Masa Kerja : 23 Maret 1988 - 17 Maret 1993
Jumlah Personil : 44 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan VI
Masa Kerja : 17 Maret 1993 - 14 Maret 1998
Jumlah Personil : 43 orang
Kabinet : Kabinet Pembangunan VII
Masa Kerja : 14 Maret 1998 - 21 Mei 1998
Jumlah Personil : 38 orang
Presiden
: Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie (1998-1999)Wakil Presiden : -
Setelah berakhirnya masa Kabinet Pembangunan maka lahirlah Kabinet Reformasi Pembangunan.
Kabinet
Kabinet Reformasi Pembangunan
Masa Kerja : 21 Mei 1998 - 26 Oktober 1999
Jumlah Personil : 37 orang
Setelah berakhirnya masa Kabinet Pembangunan maka lahirlah Kabinet Reformasi Pembangunan.
Kabinet
Kabinet Reformasi Pembangunan
Masa Kerja : 21 Mei 1998 - 26 Oktober 1999
Jumlah Personil : 37 orang
Presiden
: KH. Abdurrahman Wahid (1999-2001)Wakil Presiden : Megawati Soekarnoputri
Kabinet :
Kabinet Persatuan Nasional
Masa Kerja : 6 Oktober 1999 - 9 Agustus 2001
Jumlah Personil : 36 orang
Kabinet :
Kabinet Persatuan Nasional
Masa Kerja : 6 Oktober 1999 - 9 Agustus 2001
Jumlah Personil : 36 orang
Presiden
: Megawati Soekarnoputri (2000-2004)Wakil Presiden : Dr. Hamzah Haz
Kabinet :
Kabinet Gotong Royong
Masa Kerja : 9 Agustus 2001 - 21 Oktober 2004
Jumlah Personil : 33 orang
Kabinet :
Kabinet Gotong Royong
Masa Kerja : 9 Agustus 2001 - 21 Oktober 2004
Jumlah Personil : 33 orang
Presiden
: Jend. (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)Wakil
Presiden :
- M. Yusuf Kalla
- Boediono
Presiden pertama yang dipilih rakyat secara langsung.
Kabinet :
Kabinet Indonesia Bersatu I
Masa Kerja : 21 Oktober 2004 - 22 Oktober 2009
Jumlah Personil : 37 orang
Kabinet Indonesia Bersatu II
Masa Kerja : 22 Oktober 2009 - 27 Oktober 2014
Jumlah Personil : 38 orang
- M. Yusuf Kalla
- Boediono
Presiden pertama yang dipilih rakyat secara langsung.
Kabinet :
Kabinet Indonesia Bersatu I
Masa Kerja : 21 Oktober 2004 - 22 Oktober 2009
Jumlah Personil : 37 orang
Kabinet Indonesia Bersatu II
Masa Kerja : 22 Oktober 2009 - 27 Oktober 2014
Jumlah Personil : 38 orang
Presiden
: Ir. Joko Widodo (2014-2019)Wakil Presiden :
M. Yusuf Kalla
M. Yusuf Kalla
Kabinet
:Kabinet
Kerja
Masa Kerja : 27 Oktober 2014
Jumlah Personil : 34 orang
Masa Kerja : 27 Oktober 2014
Jumlah Personil : 34 orang
27.
Politik
Luar Negeri Indonesia
Berdasarkan
politik luar negeri bebas dan aktif, negara Indonesia berhak menentukan arah,
sikap, dan keinginannya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Dengan
demikian, negara Indonesia tidak dapat dipengaruhi kebijakan politik luar
negeri negara lain. Kebijakan politik luar negeri Indonesia akan
menentukan kualitas hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di dunia. Hal
ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan diplomasi. Pejabat yang menjalankan tugas
diplomasi ini disebut diplomat. Tugas diplomat yaitu menghubungkan kepentingan
nasional bangsa Indonesia dengan dunia Internasional. Seorang diplomat tinggal
dan menetap di negara lain sebagai wakil dari negara yang menugaskan.
Landasan
politik luar negeri Indonesia ada 2, yaitu landasan ideal dan landasan
konstitusional.
1. Landasan
ideal
Landasan ideal politik luar negeri Indonesia, yaitu
Pancasila. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus dijadikan
sebagai pedoman dan pijakan dalam melaksanakan politik luar negeri Indonesia.
2. Landasan
konstitusional
Landasan konstitusional politik luar negeri Indonesia,
yaitu UUD 1945. Landasan tersebut sangat penting bagi pelaksanaan politik
luar negeri Indonesia dalam menunjang tercapainya tujuan nasional bangsa
Indonesia. Hal ini tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 maupun Batang Tubuh UUD
1945.
Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945. “Bahwa
sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan
perikemanusiaan dan perikeadilan”.
Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945. “… dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial, …”
UUD 1945 Pasal 11. “Presiden
dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat
perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain”.
UUD 1945 Pasal 13. Ayat 1 :
“Presiden mengangkat duta dan konsul”. Ayat 2 : “Dalam mengangkat duta,
Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat”. Ayat 3 :
“Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat”.
Tujuan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Politik luar negeri yang bebas aktif diarahkan untuk
mencapai tujuan nasional Indonesia. Menurut Drs. Moh. Hatta,
tujuan politik luar negeri Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. mempertahankan
kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan
negara,
2. memperoleh
barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk
memperbesar
kemakmuran rakyat,
3. meningkatkan
perdamaian internasional,
4. meningkatkan
persaudaraan dengan semua bangsa.
28.
Letak
ditemukannya Fosil Manusia (Nama Kota)
a. Di
Indonesia
- Wajak
di Jawa Timur
- Trinil
di Jawa Timur
- Mojokerto di
Jawa Timur
- Ngandong
di Jawa Timur
- Sangiran
di Jawa Tengah
b. Di
luar negeri
- Cina
- Eropa
- Afrika
29.
Masalah
Irian Barat
Berawal dari hasil KMB yang diselenggarakn di Den Haag,
Belanda. salah satu keputusannya dalam konferensi tsb antara lain bahwa masalah
irian barat akan dibicarakan antara indo-bel 1 thn setelah pengakuan kedaulatan
dan keputusan terjadi perbedaam penafsiran antara indo-bel










